10 Kesalahan Umum dalam Mengelola Kertas Bekas

20/09/2025 | Artikel

Kertas bekas sering dianggap sepele, padahal jika dikelola dengan benar dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan. Sayangnya, banyak orang maupun instansi masih melakukan kesalahan dalam pengelolaannya. Berikut adalah 10 kesalahan umum dalam mengelola kertas bekas yang perlu dihindari:

1. Mencampur Kertas dengan Sampah Organik

Kesalahan paling sering terjadi adalah mencampur kertas dengan sampah makanan atau organik. Padahal, kertas yang tercampur minyak atau sisa makanan akan sulit didaur ulang.

2. Tidak Melakukan Pemilahan Sejak Awal

Kertas bekas memiliki jenis berbeda, seperti kertas HVS, kardus, atau kertas koran. Tanpa pemilahan sejak awal, proses daur ulang menjadi tidak efisien dan kualitas kertas daur ulang bisa menurun.

3. Menyimpan Kertas di Tempat Lembap

Kertas yang dibiarkan di tempat lembap akan mudah rusak, berjamur, dan kehilangan nilai guna. Penyimpanan harus dilakukan di ruang kering dan terlindung dari air.

4. Menganggap Semua Kertas Bisa Didaur Ulang

Tidak semua kertas bisa diolah ulang, misalnya kertas karbon, kertas foto, atau kertas berlapis plastik. Ketidaktahuan ini membuat banyak kertas non-recycle ikut tercampur.

5. Membuang Kertas dalam Jumlah Besar ke Tempat Sampah Biasa

Alih-alih menjual atau mendonasikan ke bank sampah, banyak orang langsung membuang kertas dalam jumlah besar. Hal ini mengurangi peluang kertas untuk diolah kembali.

6. Tidak Menekan atau Mengikat Kertas

Kertas yang dibiarkan menumpuk tanpa diikat membuatnya mudah tercecer dan berantakan, sehingga menyulitkan pengangkutan maupun penyimpanan.

7. Tidak Memanfaatkan Kembali Kertas Layak Pakai

Banyak kertas masih memiliki sisi kosong yang bisa digunakan kembali, misalnya untuk catatan atau konsep tulisan. Namun, kebiasaan langsung membuang kertas sering kali menghilangkan potensi ini.

8. Kurang Edukasi tentang Nilai Ekonomi Kertas Bekas

Sebagian orang tidak tahu bahwa kertas bekas memiliki nilai jual. Kurangnya pengetahuan membuat mereka lebih memilih membuang daripada mengumpulkan untuk dijual.

9. Mengabaikan Kreativitas Daur Ulang

Kertas bekas bukan hanya untuk didaur ulang industri, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk kerajinan, dekorasi, atau produk kreatif lainnya. Mengabaikan hal ini berarti melewatkan peluang usaha.

10. Tidak Melibatkan Lingkungan Sekitar

Kesalahan lain adalah mengelola kertas sendirian tanpa melibatkan sekolah, kantor, atau komunitas. Padahal, pengelolaan kolektif lebih efektif dan memberi dampak lebih besar bagi lingkungan.