Bagaimana Industri Percetakan Beralih ke Bahan Daur Ulang
13/11/2025 | ArtikelIndustri percetakan merupakan salah satu sektor yang sangat bergantung pada penggunaan kertas dan tinta. Selama bertahun-tahun, aktivitas percetakan sering dianggap sebagai penyumbang limbah dan polusi. Namun, kini banyak perusahaan percetakan mulai bertransformasi ke arah yang lebih ramah lingkungan dengan memanfaatkan bahan daur ulang. Berikut ini 10 cara bagaimana industri percetakan beralih ke bahan daur ulang dalam upaya menjaga kelestarian bumi.
1. Menggunakan Kertas Daur Ulang
Langkah paling nyata adalah mengganti kertas konvensional dengan kertas hasil daur ulang. Kertas jenis ini diproduksi dari kertas bekas yang diolah kembali tanpa menebang pohon baru, sehingga lebih hemat energi dan air.
2. Menggunakan Tinta Ramah Lingkungan
Industri percetakan modern mulai beralih ke tinta berbahan dasar alami, seperti tinta dari minyak nabati (soya ink). Tinta ini lebih mudah terurai dan tidak menghasilkan limbah berbahaya seperti tinta berbasis kimia.
3. Menerapkan Sistem Percetakan Digital
Percetakan digital mengurangi kebutuhan pelat cetak dan bahan kimia. Selain itu, sistem cetak sesuai permintaan (print-on-demand) membantu menghindari pemborosan kertas karena hanya mencetak jumlah yang diperlukan.
4. Mendaur Ulang Sisa Produksi
Banyak percetakan kini memiliki program daur ulang internal untuk mengolah sisa potongan kertas, tinta bekas, dan bahan lain agar dapat digunakan kembali atau dijual ke pabrik daur ulang.
5. Menggunakan Kemasan dari Bahan Daur Ulang
Selain kertas cetak, industri percetakan juga beralih ke kemasan berbahan daur ulang untuk melindungi produk, seperti kotak, amplop, dan plastik biodegradable yang ramah lingkungan.
6. Mengurangi Limbah Produksi (Reduce)
Teknologi cetak modern memungkinkan perusahaan menghemat bahan baku dengan pengaturan ukuran kertas yang lebih efisien, penggunaan tinta secukupnya, serta sistem pemotongan otomatis untuk meminimalkan sisa limbah.
7. Menggunakan Energi Terbarukan
Beberapa percetakan besar mulai memanfaatkan panel surya atau sumber energi hijau lainnya untuk menjalankan mesin mereka. Dengan begitu, proses produksi menjadi lebih berkelanjutan dan ramah energi.
8. Meningkatkan Desain Ramah Lingkungan
Desainer grafis kini ikut berperan dengan membuat desain cetak yang hemat tinta dan bahan, misalnya menggunakan warna minimal, ukuran optimal, dan tata letak yang efisien untuk mengurangi kebutuhan kertas.
9. Meningkatkan Kesadaran Konsumen
Banyak percetakan mengedukasi pelanggan untuk memilih opsi cetak ramah lingkungan, seperti menggunakan kertas daur ulang, tinta alami, dan kemasan yang bisa digunakan kembali. Hal ini menciptakan budaya sadar lingkungan di kalangan konsumen.
10. Menerapkan Sertifikasi Lingkungan
Perusahaan percetakan yang serius menerapkan prinsip ramah lingkungan kini berupaya mendapatkan sertifikasi hijau, seperti ISO 14001 atau FSC (Forest Stewardship Council). Sertifikasi ini membuktikan bahwa produk mereka dihasilkan dari bahan daur ulang dan proses berkelanjutan.