Bagaimana Kertassindo Meningkatkan Efisiensi Produksi Kertas Nasional?

17/12/2025 | Artikel

Industri kertas nasional menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari keterbatasan bahan baku, tekanan biaya energi, hingga tuntutan keberlanjutan lingkungan. Dalam konteks tersebut, Kertassindo menempatkan efisiensi produksi sebagai fondasi utama untuk menjaga daya saing industri kertas Indonesia. Upaya yang dilakukan tidak bersifat instan, melainkan dibangun melalui strategi jangka panjang yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Berikut adalah sepuluh pendekatan utama yang diterapkan Kertassindo dalam meningkatkan efisiensi produksi kertas nasional.

1. Optimalisasi Pemanfaatan Bahan Baku Daur Ulang

Kertassindo secara konsisten memaksimalkan penggunaan kertas bekas sebagai bahan baku utama. Proses seleksi dan pemurnian serat dilakukan dengan standar ketat untuk memastikan kualitas tetap terjaga, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku primer.

2. Modernisasi Mesin Produksi

Investasi pada mesin produksi berteknologi terbaru memungkinkan proses berjalan lebih cepat, stabil, dan minim gangguan. Mesin modern juga membantu menekan tingkat cacat produksi yang selama ini menjadi salah satu sumber inefisiensi.

3. Pengendalian Konsumsi Energi

Efisiensi energi menjadi fokus penting dalam operasional Kertassindo. Penggunaan sistem monitoring energi memungkinkan perusahaan mengidentifikasi titik pemborosan dan melakukan perbaikan berkelanjutan.

4. Integrasi Sistem Produksi

Kertassindo menerapkan sistem produksi terintegrasi yang menghubungkan proses pengolahan bahan baku, produksi, hingga pengemasan. Pendekatan ini mempercepat alur kerja dan mengurangi waktu henti produksi.

5. Peningkatan Efisiensi Air Proses

Industri kertas dikenal sebagai pengguna air dalam jumlah besar. Kertassindo mengembangkan sistem sirkulasi air tertutup sehingga air proses dapat digunakan kembali tanpa mengorbankan kualitas produk.

6. Standarisasi Proses Operasional

Melalui standar operasional prosedur (SOP) yang konsisten, Kertassindo mampu menjaga kualitas sekaligus menekan variasi proses yang sering menjadi penyebab pemborosan waktu dan material.

7. Pemanfaatan Data Produksi

Data produksi dianalisis secara berkala untuk mengidentifikasi tren, potensi kendala, dan peluang peningkatan efisiensi. Pendekatan berbasis data ini membuat pengambilan keputusan lebih akurat.

8. Peningkatan Kompetensi SDM

Efisiensi tidak hanya ditentukan oleh mesin, tetapi juga manusia yang mengoperasikannya. Kertassindo secara rutin melakukan pelatihan teknis bagi tenaga kerja agar mampu mengoperasikan mesin secara optimal.

9. Pengurangan Limbah Produksi

Sisa produksi yang sebelumnya terbuang kini dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku internal. Strategi ini menekan biaya produksi sekaligus mendukung prinsip ramah lingkungan.

10. Kolaborasi dengan Pelaku Industri

Kertassindo aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam rantai pasok untuk menyelaraskan standar kualitas dan distribusi, sehingga proses produksi berjalan lebih efisien secara menyeluruh.