Cara Mengelola Bank Sampah Kertas Bekas
24/08/2025 | ArtikelBank sampah kini menjadi salah satu solusi kreatif dalam mengurangi timbunan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya daur ulang. Dari berbagai jenis sampah yang dikelola, kertas bekas termasuk yang paling banyak dikumpulkan karena mudah dipilah, bernilai ekonomis, dan ramah lingkungan. Agar pengelolaan bank sampah kertas bekas berjalan efektif, berikut 10 cara yang bisa diterapkan:
1. Membentuk Struktur Organisasi yang Jelas
Bank sampah perlu memiliki pengurus yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, hingga petugas lapangan. Dengan struktur ini, setiap tugas menjadi lebih terarah, mulai dari pencatatan hingga distribusi kertas bekas ke pihak pengepul atau industri daur ulang.
2. Menentukan Sistem Setoran dan Penimbangan
Anggota bank sampah harus mengetahui cara menyetor kertas bekas, kapan jadwal penimbangan, dan bagaimana pencatatan dilakukan. Sistem yang transparan membuat anggota percaya dan semangat menabung sampahnya.
3. Edukasi Masyarakat tentang Jenis Kertas yang Bisa Dikumpulkan
Tidak semua kertas bisa didaur ulang. Bank sampah sebaiknya memberikan sosialisasi mengenai jenis kertas yang dapat diterima, misalnya kertas HVS, kardus, majalah, koran, dan kertas bungkus, serta jenis yang sulit didaur ulang seperti kertas karbon atau kertas berlapis plastik.
4. Menyediakan Fasilitas Penyimpanan yang Memadai
Sediakan gudang atau ruang khusus untuk menyimpan kertas bekas agar tetap kering, terhindar dari hujan, dan tidak cepat rusak. Kertas yang terjaga kualitasnya memiliki nilai jual lebih tinggi.
5. Menerapkan Sistem Tabungan atau Poin
Agar menarik minat warga, bank sampah bisa membuat sistem tabungan berupa poin atau saldo. Setiap kali warga menyetor kertas, mereka akan mendapat poin yang bisa ditukar uang tunai, barang kebutuhan, atau layanan tertentu.
6. Menjalin Kerjasama dengan Pengepul dan Industri Daur Ulang
Bank sampah tidak bisa berdiri sendiri. Perlu adanya mitra pengepul atau pabrik kertas daur ulang sebagai penyalur hasil pengumpulan. Dengan kerjasama ini, kertas bekas bisa diolah kembali menjadi produk baru yang bermanfaat.
7. Melakukan Pemilahan dan Pengelompokan
Kertas bekas sebaiknya dipilah sesuai jenisnya: kertas HVS, kardus, koran, dan majalah. Pemilahan ini membuat harga jual lebih tinggi dan mempermudah proses daur ulang.
8. Membuat Program Kreatif dari Kertas Bekas
Selain dijual, sebagian kertas bisa diolah menjadi kerajinan tangan seperti tas kertas, kotak, bingkai foto, atau kertas daur ulang handmade. Program ini tidak hanya menambah pemasukan tetapi juga meningkatkan keterampilan masyarakat.
9. Melakukan Monitoring dan Evaluasi Rutin
Pengurus bank sampah perlu mencatat jumlah setoran, pendapatan, serta meninjau apa saja kendala yang muncul. Evaluasi rutin membantu bank sampah berkembang dan tetap konsisten.
10. Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan secara Berkelanjutan
Bank sampah bukan sekadar tempat jual-beli kertas bekas, tetapi juga sarana edukasi lingkungan. Program seperti lomba menabung sampah, kampanye hijau di sekolah, atau workshop daur ulang bisa meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.