Kertassindo dan Budaya Presisi dalam Spesifikasi
27/02/2026 | ArtikelDalam dunia industri, presisi adalah elemen yang menentukan keberhasilan proses. Toleransi yang terlalu lebar dapat menimbulkan pemborosan, sementara ketidaktepatan spesifikasi dapat memicu gangguan produksi. Kertassindomemahami bahwa budaya presisi bukan hanya soal angka, tetapi soal disiplin dan konsistensi dalam setiap detail teknis.
Berikut adalah sepuluh aspek budaya presisi yang menjadi bagian dari pendekatan Kertassindo:
1. Ketepatan Gramasi
Gramasi menentukan kekuatan dan karakter material. Presisi dalam gramasi memastikan hasil akhir produk tetap sesuai standar desain.
2. Akurasi Dimensi
Ukuran panjang, lebar, dan ketebalan harus sesuai dengan kebutuhan mesin produksi. Penyimpangan kecil dapat memengaruhi efisiensi kerja.
3. Stabilitas Daya Serap
Dalam aplikasi tertentu, daya serap menjadi faktor krusial. Presisi dalam parameter ini menjaga konsistensi performa.
4. Pengendalian Toleransi
Budaya presisi berarti memahami batas toleransi dan menjaganya tetap dalam rentang yang dapat diterima industri.
5. Dokumentasi Spesifikasi yang Detail
Spesifikasi yang terdokumentasi dengan baik memudahkan proses audit dan pengendalian mutu.
6. Sinkronisasi dengan Parameter Mesin
Material yang presisi meminimalkan kebutuhan penyesuaian ulang pada mesin produksi, sehingga menghemat waktu dan energi.
7. Evaluasi dan Uji Kualitas Berkala
Budaya presisi membutuhkan pengujian rutin untuk memastikan setiap parameter tetap dalam batas yang telah ditentukan.
8. Responsif terhadap Umpan Balik
Masukan dari klien menjadi bagian dari proses penyempurnaan spesifikasi agar semakin akurat.
9. Integritas dalam Pengiriman
Presisi tidak berhenti pada produksi. Distribusi yang terkontrol memastikan material sampai dalam kondisi yang sesuai standar.
10. Presisi sebagai Identitas Perusahaan
Ketika presisi menjadi budaya, ia tercermin dalam setiap aspek operasional. Hal ini menjadikan Kertassindo bukan hanya pemasok, tetapi mitra teknis yang memahami pentingnya detail.