Produksi Kertas Bekas: Strategi Mengurangi Deforestasi

12/09/2025 | Artikel

Deforestasi masih menjadi ancaman serius bagi lingkungan global. Penebangan hutan yang tidak terkendali untuk memenuhi kebutuhan industri, termasuk industri kertas, berkontribusi besar pada hilangnya ekosistem hutan. Salah satu cara efektif untuk menekan laju deforestasi adalah dengan memaksimalkan produksi kertas bekas. Melalui daur ulang, kertas lama bisa diolah kembali menjadi produk baru tanpa harus menebang pohon. Berikut adalah 10 strategi produksi kertas bekas yang berperan dalam mengurangi deforestasi.


1. Optimalisasi Pengumpulan Kertas Bekas

Strategi pertama adalah membangun sistem pengumpulan kertas bekas yang efektif, baik dari rumah tangga, sekolah, perkantoran, maupun industri. Semakin banyak kertas terkumpul, semakin sedikit kebutuhan serat kayu baru.

2. Edukasi Daur Ulang kepada Masyarakat

Produksi kertas bekas tidak akan berjalan tanpa partisipasi masyarakat. Edukasi tentang pentingnya memilah dan mengumpulkan kertas bekas menjadi kunci keberhasilan.

3. Teknologi Pulping yang Efisien

Menggunakan teknologi pulping ramah lingkungan membantu menghasilkan serat kertas daur ulang dengan kualitas tinggi, sekaligus menekan penggunaan bahan kimia berbahaya.

4. Inovasi Produk dari Kertas Bekas

Kertas bekas bisa diolah menjadi berbagai produk baru: dari kertas tulis, tisu, hingga kemasan ramah lingkungan. Semakin luas inovasi produk, semakin besar pengurangan permintaan kayu.

5. Penggunaan Energi Terbarukan dalam Produksi

Industri kertas bekas yang memanfaatkan energi surya, biomassa, atau sumber energi hijau lain dapat menekan dampak ekologis secara menyeluruh.

6. Sistem Sirkular Ekonomi

Produksi kertas bekas mendukung konsep sirkular ekonomi, di mana kertas digunakan, didaur ulang, dan digunakan kembali, sehingga mengurangi ketergantungan pada sumber daya hutan.

7. Kolaborasi dengan Industri dan Komunitas

Kerja sama antara pabrik kertas, komunitas daur ulang, dan pelaku bisnis logistik kertas bekas dapat menciptakan rantai pasok berkelanjutan.

8. Regulasi dan Insentif Pemerintah

Kebijakan pemerintah yang memberi insentif pada industri daur ulang kertas mampu mempercepat transisi dari penggunaan serat kayu murni ke serat daur ulang.

9. Peningkatan Standar Mutu Kertas Daur Ulang

Dengan teknologi modern, kertas daur ulang kini bisa setara dengan kertas baru. Meningkatkan standar mutu akan membuat konsumen lebih memilih produk ini.

10. Kampanye Konsumsi Bertanggung Jawab

Produksi kertas bekas harus didukung oleh perubahan pola konsumsi. Kampanye “gunakan kertas daur ulang” dapat membantu menekan permintaan kertas berbahan kayu baru.