Program Bank Sampah: Kertas Bekas Jadi Tabungan Masa Depan

17/09/2025 | Artikel

Bank sampah bukan sekadar tempat menaruh sampah, melainkan sistem yang memberi manfaat ekonomi, sosial, sekaligus lingkungan. Salah satu material yang paling sering dikumpulkan adalah kertas bekas. Dari sekolah, kantor, hingga rumah tangga, kertas bekas bisa ditukar menjadi tabungan bernilai. Berikut adalah 10 program bank sampah yang menjadikan kertas bekas sebagai tabungan masa depan.


1. Tabungan Pendidikan Anak

Kertas bekas yang ditabung di bank sampah bisa dikonversi menjadi nilai rupiah, lalu disisihkan untuk biaya sekolah anak.

2. Program Sembako Ramah Lingkungan

Sebagian bank sampah menukar kertas bekas dengan sembako. Warga pun bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan cara ramah lingkungan.

3. Tabungan Uang Tunai

Hasil penjualan kertas bekas dicatat sebagai saldo. Warga bisa mencairkan uangnya sesuai kebutuhan, layaknya menabung di bank konvensional.

4. Program Donasi Sosial

Sebagian kertas bekas yang ditabung bisa dikonversi menjadi dana sosial untuk membantu warga kurang mampu, panti asuhan, atau kegiatan kemanusiaan.

5. Edukasi Sekolah Hijau

Bank sampah di sekolah menggunakan kertas bekas sebagai sarana edukasi. Siswa belajar menabung sekaligus menjaga lingkungan.

6. Program Poin Hadiah

Selain uang, beberapa bank sampah memberikan poin dari kertas bekas. Poin bisa ditukar dengan peralatan rumah tangga, alat sekolah, atau voucher belanja.

7. Tabungan Kesehatan

Kertas bekas yang dikumpulkan dapat dikonversi menjadi saldo untuk membayar layanan kesehatan sederhana, seperti obat atau pemeriksaan ringan.

8. Kemitraan dengan UMKM

Kertas bekas dari bank sampah dijual ke pengrajin atau UMKM yang memproduksi kerajinan, kemasan, dan kertas daur ulang. Hasil penjualan meningkatkan tabungan warga.

9. Pelatihan Kewirausahaan

Beberapa bank sampah menyelenggarakan pelatihan, mengajarkan warga mengolah kertas bekas menjadi produk bernilai, lalu keuntungan bisa menjadi tabungan tambahan.

10. Tabungan untuk Investasi Hijau

Dana dari kertas bekas ditabung lalu digunakan untuk investasi lingkungan, seperti penghijauan, kebun komunitas, atau energi terbarukan.