Proses Pembuatan Kertas Daur Ulang dari Awal hingga Jadi Produk

06/11/2025 | Artikel

 

Kertas daur ulang adalah hasil inovasi ramah lingkungan yang memanfaatkan limbah kertas bekas untuk menjadi produk baru yang bermanfaat. Proses pembuatannya tidak hanya menghemat sumber daya alam, tetapi juga membantu mengurangi volume sampah yang menumpuk di tempat pembuangan. Berikut adalah 10 tahapan penting dalam proses pembuatan kertas daur ulang dari awal hingga siap digunakan kembali.


1. Pengumpulan Kertas Bekas

Langkah pertama adalah mengumpulkan kertas bekas dari berbagai sumber, seperti perkantoran, sekolah, percetakan, atau rumah tangga. Jenis kertas yang dikumpulkan bisa berupa koran, kardus, kertas tulis, atau arsip lama yang sudah tidak terpakai.


2. Pemilahan Jenis Kertas

Setelah dikumpulkan, kertas dipilah berdasarkan jenis dan kualitasnya. Misalnya, kertas putih, kertas berwarna, dan karton dipisahkan agar proses daur ulang menghasilkan hasil yang lebih seragam dan mudah diolah.


3. Pembersihan dari Kotoran dan Bahan Non-Kertas

Kertas bekas sering tercampur dengan bahan lain seperti plastik, logam klip, staples, atau perekat. Semua benda asing ini harus dipisahkan secara manual atau dengan mesin agar tidak mengganggu proses berikutnya dan menjaga kualitas pulp.


4. Proses Penghancuran (Pulping)

Kertas yang sudah bersih dimasukkan ke dalam mesin penghancur atau pulper. Di sini, kertas dicampur dengan air dan diaduk hingga menjadi bubur kertas (pulp). Proses ini memecah serat-serat kertas sehingga siap untuk diolah kembali.


5. Penyaringan dan Pembuangan Tinta

Bubur kertas kemudian disaring untuk memisahkan partikel kasar atau bahan asing yang tersisa. Setelah itu dilakukan proses deinking — yaitu penghilangan tinta dan pigmen warna dengan bantuan bahan kimia atau udara gelembung (flotation).


6. Pemutihan atau Pencerahan Warna

Untuk menghasilkan warna kertas yang lebih cerah dan bersih, pulp dapat melalui proses pemutihan menggunakan bahan ramah lingkungan. Namun, tidak semua jenis kertas daur ulang perlu diputihkan, tergantung pada tujuan akhirnya (misalnya untuk kertas koran atau kemasan).


7. Pembentukan Lembaran Kertas

Setelah pulp siap, langkah selanjutnya adalah pembentukan lembaran. Pulp disebarkan di atas layar kawat bergerak untuk membentuk lapisan tipis yang kemudian dikeringkan. Proses ini dilakukan menggunakan mesin Fourdrinier atau mesin sejenis dalam industri besar.


8. Pengeringan dan Pemadatan

Lembaran kertas yang masih basah kemudian melewati rol pemanas dan tekanan tinggi agar airnya hilang dan serat-seratnya menyatu dengan kuat. Hasilnya adalah lembaran kertas yang kering, kuat, dan siap untuk tahap akhir.


9. Pemotongan dan Finishing

Setelah kering, kertas digulung besar dan kemudian dipotong sesuai ukuran yang diinginkan. Pada tahap ini, kertas dapat diberi perlakuan tambahan seperti pelapisan, pewarnaan, atau pencetakan sesuai kebutuhan produk akhir.


10. Pengemasan dan Distribusi

Tahap terakhir adalah pengemasan produk kertas daur ulang. Kertas siap dipasarkan untuk berbagai keperluan — mulai dari alat tulis, kertas cetak, hingga bahan kemasan ramah lingkungan yang kini banyak digunakan oleh industri modern.