Strategi Mengelola Kertas Bekas di Perkantoran
22/09/2025 | ArtikelKertas masih menjadi kebutuhan utama di banyak perkantoran, meskipun era digital sudah berkembang pesat. Sayangnya, penggunaan kertas yang berlebihan sering menimbulkan tumpukan sampah dan pemborosan biaya. Dengan pengelolaan yang tepat, kertas bekas bisa dimanfaatkan kembali dan memberikan nilai tambah. Berikut adalah 12 strategi mengelola kertas bekas di perkantoran:
1. Terapkan Kebijakan Paperless
Gunakan dokumen digital untuk komunikasi internal, penyimpanan arsip, dan laporan. Semakin sedikit mencetak, semakin kecil pula limbah kertas yang dihasilkan.
2. Gunakan Kertas Bekas untuk Catatan
Manfaatkan kertas yang masih memiliki sisi kosong untuk memo, coretan, atau konsep dokumen sebelum dicetak final.
3. Sediakan Tempat Pemilahan Kertas
Letakkan wadah khusus kertas bekas di setiap ruangan kantor agar pegawai terbiasa memilah sejak awal.
4. Buat Arsip Digital
Alih-alih menumpuk dokumen fisik, pindahkan data penting ke bentuk digital dengan scanner. Hal ini mengurangi kebutuhan cetak dan penyimpanan kertas.
5. Gunakan Kedua Sisi Kertas
Biasakan mencetak dokumen dengan mode duplex printing (bolak-balik) untuk menghemat penggunaan kertas.
6. Optimalkan Tata Letak Cetakan
Atur dokumen sebelum dicetak agar lebih hemat ruang, misalnya dengan memperkecil margin atau mengecilkan ukuran font.
7. Terapkan Sistem Pengumpulan Kolektif
Kumpulkan kertas bekas dalam jumlah besar untuk kemudian dijual ke pengepul atau bank sampah. Hal ini bisa menambah pemasukan tambahan bagi kantor.
8. Manfaatkan untuk Daur Ulang Internal
Kertas bekas bisa dijadikan blocknote sederhana, kertas memo, atau sampul arsip di dalam kantor.
9. Edukasi Pegawai
Adakan pelatihan singkat mengenai cara pengelolaan kertas bekas dan manfaatnya. Edukasi membuat pegawai lebih sadar dan disiplin.
10. Gunakan Teknologi Cloud
Dengan penyimpanan berbasis cloud, dokumen bisa diakses kapan saja tanpa harus dicetak berulang-ulang.
11. Jadwalkan Pengangkutan Rutin
Buat sistem pengumpulan kertas bekas secara rutin, misalnya sebulan sekali, untuk mencegah penumpukan yang berantakan.
12. Bangun Kerjasama dengan Komunitas atau UMKM
Jalin kerjasama dengan UMKM atau komunitas yang mengolah kertas bekas menjadi produk baru, seperti kerajinan tangan atau kertas daur ulang.